Jangan Mengeluh, Karena Hanya Memperparah

Jangan Mengeluh, Karena Hanya Memperparah
Jangan Mengeluh, Karena Hanya Memperparah

By monica 10 Feb 2019, 10:37:57 WIB - Kategori: Bisnis Online


Jangan Mengeluh, Karena Hanya Memperparah

Keterangan Gambar : www.webelegan.com


Jangan Mengeluh, Karena Hanya Memperparah

 Artikel  Feb 7, 2019   0  27 Add to Reading List

Agar tidak bias dengan pembahasan jangan mengeluh adalah, bahwa definisi mengeluh yang dimaksud disini adalah menyatakan susah atau perasaan negatif. Jelas berbeda dengan mengadu. Mengeluh lebih kepada perasaan tidak suka dan tidak menerima pada sebuah kondisi yang tidak disukainya.

 

Hidup Adalah Ujian, Kita Harus Bershabar

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: ’Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (QS. Al-Ankabut : 2-3)

Mengeluh terhadap ujian artinya tidak menerima.

Kesulitan dan cobaan adalah bagian dari hidup kita. Kita harus menghadapi dengan tegar setiap kesulitan yang ada dalam hidup kita. Namun kebanyakan orang justru malah mengeluh sambil menyalahkan semuanya, menyalahkan orang lain, menyalahkan pemerintah, menyalahkan lingkungan, menyalahkan kondisi ekonomi, menyalahkan kondisi politik, dan berbagai hal lain yang bisa disalahkan. Hanya saja satu orang yang jarang disalahkan, yaitu dirinya sendiri.

Padahal, Andalah yang menentukan hidup Anda selain Allah. Allah memberikan kebebasan kepada manusia untuk memilih hidup kita. Kesulitan adalah bagian dari ujian Allah, namun kita memiliki pilihan bagaimana menyikapinya. Kita bisa mengeluh atau kita bisa tetap tegar menjalani ujian tersebut. Semua pilihan kita. Apakah Anda mau menyerah atau Anda kembali bangkit, semuanya adalah pilihan Anda.

Jika Anda memilih untuk mengeluh, maka Anda hanya akan memperparah keadaan. Mengeluh sama sekali tidak akan memperbaiki keadaan. Mengeluh tidak akan menyelesaikan masalah dan kesulitan. Bahkan mengeluh hanya akan menghasilkan energi negatif, berupa marah dan rasa putus asa. Mengeluh hanya akan memancarkan emosi negatif dan akan menarik hal-hal yang negatif lainnya ke dalam kehidupan Anda. Bukankah ini malah memperparah keadaan?

Mengeluh Tanda Kita Tidak Mensyukuri Nikmat

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Se- sungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni’mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni’mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS.ar Ra’d [14] : 7).

Mengeluh ada tanda kita tidak mensyukuri nikmat, maka kita tidak akan mendapatkan tambahan nikmat, sebab nikmat akan ditambahkan kepada mereka yang beryukur. Mengeluh tanda kita tidak sabar, padahal orang sabar dekat dengan Allah. Berarti jika mengeluh kita akan dijauhi oleh Allah. Jika kita dijauhi Allah, maka pertolongan-Nya pun akan jauh dari kita.

Ternyata mengeluh itu berbahaya, bukan hanya berbahaya di dunia tetapi juga berbahaya di akhirat. Marilah kita berdo’a agar kita bukan termasuk orang-orang yang suka mengeluh. Jika ada kesulitan dan kesedihan, hanya kepada Allah-lah kita boleh mengadu dan memohon agar kita diberikan kekuatan untuk menyelesaikan kesulitan kita. Sementara dalam kehidupan sehari-hari kita menerima kesulitan dengan penuh kesabaran dan ketegaran dalam menyelesaikannya.

Mungkin ada sebagian dalam hidup Anda yang tidak Anda sukai. Disisi lain, tak terhitung nikmat yang Allah berikan kepada kita. Mengeluh hanya fokus pada apa yang kita tidak sukai. Artinya melupakan segenap nikmat yang Allah berikan kepada kita. Anda tidak menysukuri apa yang ada, hanya fokus pada apa yang tidak kita sukai.

Jika sadar, bahwa nikmat Allah begitu banyak, maka tidak ada ruang bagi kita untuk mengeluh. Seperti bagaimana sikap Nabi Ayub a.s.

“Saya malu mengangkat mukaku agar dilepaskan dari musibah yang belum lama saya tanggungkan ini. Sebab saya tidak pernah lupa, berpuluh tahun lamanya saya menerima nikmat-Nya,” ucap Nabi Ayyub sembari tersenyum.

Mengeluh, fokus pada kekurangan, kemudian melupakan bersyukur, bukankah ini malah memperparah.

Mengeluh Dalam Tinjauan Berpikir Positif dan Pengembangan Diri

Mengeluh adalah mengarahkan fokus kita pada hal yang negatif. Kemudian, perasaan kita mengikuti, maka pikiran dan emosi kita menjadi negatif. Saat pikiran dan emosi kita negatif, itu akan memperparah keadaan.

Saat pikiran kita negatif, maka pikiran kita tidak akan mampu untuk berpikir jernih. Jika tidak mampu berpikir jernih, bagaimana kita bisa menemukan solusi? Dibutuhkan pikiran yang jernih, tenang, dan tanpa pengaruh emosi. Salah satu caranya berhenti mengeluh, kemudian fokuskan pikiran untuk mencari solusi.

Jika Anda terus mengeluh, jangan solusi itu hadir didepan kita, tetapi malah menjauh. Saat pikiran kita negatif, maka kita akan menarik hal-hal negatif lagi. Akan terlintas pikiran negatif lainnya yang bisa saja menuntun Anda melakukan tindakan yang tidak terpuji bahkan berbuat dosa besar.

Mungkin Anda akan menjadi sensitif, emosian, kehilangan semangat, dan juga emosi negatif akan menurunkan kekebalan tubuh sehingga Anda menjadi sakit-sakitan. Bukankah ini malah memperparah.

Stop Mengeluh, Lakukan Hal-hal Ini

  • Kesulitan dan kondisi yang tidak diinginkan adalah ujian, maka pikirkan bagaimana cara menghadapi ujian sesuai dengan tuntunan agama Islam. Ya, bershabar sambil terus berusaha mencari solusinya.
  • Yakinlah, seberat-beratnya ujian, Anda sanggup menghadapinya.
  • Lakukan terapi syukur. Meski kondisi Anda tidak Anda sukai saat ini, belajarlah untuk meningkatkan kesadaran akan banyaknya nikmat Allah, sehingga Anda menjadi pribadi bersyukur.
  • Tuliskan kondisi yang tidak Anda sukai. Kemudian tuliskan di kertas terpisah kondisi yang Anda inginkan sebagai kebalikan kondisi yang tidak diinginkan. Misalnya, jika Anda mengeluh miskin, maka tuliskan kebalikannya bahwa Anda ingin kaya. Sekarang, sobek atau bakar kerta yang berisi keluhan dan simpan kertas yang berisi keinginan dan harapan.
  • Fokuskan pikiran Anda, belajar, kemudian berusaha untuk mencapai apa yang Anda inginkan dan juga berdo’a kepada Allah.

 

Sumber : https://www.motivasi-islami.com




Video Terkait:


ARTIKEL TERKAIT: